Saturday, April 11, 2009

PARTAI HATI NURANI (HANURA) - Bagian 3

Pendirian Partai HANURA dirintis Jendral TNI (Purn) H. Wiranto, SH. bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006 yang menghasilkan melahirkan delapan kesepakatan penting sebagai berikut:
1. Dengan memperhatikan kondisi lingkungan global, regional, dan nasional, serta kinerja pemerintahan RI selama ini, mengisyaratkan bahwa sejatinya Indonesia belum berhasil mewujudkan apa yang diamanatkan UUD 1945;
2. Memperhatikan kinerja pemerintahan sekarang ini maka kemungkinan tiga tahun yang akan datang akan sulit diharapkan adanya perubahan yang cukup signifikan, menyangkut perbaikan nasib bangsa;
3. Oleh sebab itu perjuangan untuk mewujudkan terjadinya sirkulasi kepemimpinan nasional dan pemerintahan bukan lagi untuk memenuhi ambisi perorangan atau kelompok, namun merupakan perjuangan bersama untuk menyelamatkan masa depan bangsa;
4. Perjuangan itu membutuhkan keberanian untuk menyusun strategi jangka panjang pada keseluruhan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara guna mengembalikan kemandirian dan kebanggaan kita sebagai bangsa.
5. Untuk itu diperlukan kepemimpimpinan yang jujur, bijak, dan berani yang dapat menggalang persatuan, kebersamaan, dan keikhlasan, sebagaimana dahulu para pendahulu kita 'berhimpun bersama sebagai bangsa untuk mencapai kemerdekaan'. Sekarang saatnya kita berhimpun kembali sebagai bangsa guna menyelamatkan negeri kita;
6. Kita kembangkan semangat perjuangan, 'Semua untuk satu, satu untuk semua'. Artinya, semua harus memberikan yang terbaik untuk satu tujuan bersama, yakni membentuk pemerintahan yang jujur dan berkualitas. Selanjutnya, pemerintahan itu benar-benar akan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat Indonesia;
7. Perjuangan itu akan kita wadahi dalam sebuah partai politik;
8. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati dan melindungi perjuangan yang tulus dan ikhlas ini demi masa depan Indonesia yang kita cintai bersama.


Delapan kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dalam wadah partai politik bernama Partai Hati Nurani Rakyat, disingkat Partai HANURA. Pendeklarasian partai ini diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 21 Desember 2006 di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Sejumlah tokoh nasional turut menghadiri deklarasi ini antara lain K.H. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden), Jenderal (Purn) Try Sutrisno (mantan Wakil Presiden), Akbar Tandjung (mantan Ketua DPR), Kwik Kian Gie (mantan Menko Ekuin), tokoh senior Partai Golkar Suhardiman dan Oetojo Oesman, pengurus aktif Golkar, Plt Korbid Kerohanian DPP Partai Golkar Juniwati Masjchun Sofwan dan Wasekjen Partai Golkar Rully Chaerul Azwar, Ketua Umum PDK Ryass Rasyid, Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (mantan Kasad), RMH. Heroe Syswanto Ns. (Sys Ns) (Pendiri Partai Demokrat), Sahar L Hasan.

Lebih dari 100 orang yang menjadi deklarator Partai HANURA diantaranya Jenderal (Purn) Wiranto (Mantan Menhankam/Pangab), Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy (mantan Kasum), Jenderal (Purn) Fachrul Razi (mantan Wakil Pangab), Jenderal (Purn) Subagyo HS (mantan Kasad), Laksamana Bernard Kent Sondakh (mantan Kasal), Jenderal (Pol) Chairul Ismail (mantan Kapolri), Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso, Ary Mardjono (mantan Sekjen Golkar) , Abu Hartono, Fuad Bawazier (mantan Menkeu), Djafar Badjeber (pendiri Partai Bintang Reformasi), Samuel Koto, Nico Daryanto, (mantan pengurus Partai Amanat Nasional), Indro Tjahjono, pengacara Elza Syarief, aktor Gusti Randa, Anwar Fuady, aktivis LSM Indro Tjahjono, Dr. Tuti Alawiyah AS (mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Kabinet Reformasi), H. Ismail Hassan, SH. (mantan Gubernur Jawa Tengah), Mien Muntoro (Mantan Sekjen Kesatuan Perempuan Partai Golkar), Dr. Teguh Samudra, Prof. Dr. Achmad Sutarmadi, Prof. Dr. Max Wullur, Prof. Dr. Azzam Sam Yasin, Uga Usman Wiranto, Yus Usman Sumanegara.

Partai HANURA dipersiapkan sebagai kendaraan politik Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto, SH. untuk dicalonkan sebagai calon Presiden Republik Indonesia pada pemilu Presiden tahun 2009. Pada pemilu Presiden tahun 2004, Wiranto sebagai calon Presiden dari Partai GOLKAR didampingi oleh K.H. Shallahudin Wahid sebagai calon wakil presiden setelah keluar sebagai pemenang dalam konvesi Partai GOLKAR mengalahkan Ketua Umum Partai GOLKAR pada saat itu Akbar Tanjung. Pasangan Wiranto dan Shallahudin Wahid dengan nomer urut 3 gagal melaju keputaran dua pemilu Presiden hanya mampu meraup suara 23.827.512 (22.19%). Hal ini menimbulkan dugaan mesin Partai GOLKAR tidak maksimal mengusung pasangannya. Diduga banyak kader Partai GOLKAR yang mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla, dimana Yusuf Kalla merupakan tokoh senior Partai GOLKAR.

Meskipun dalam buku saku Partai HANURA disebutkan alasan pendirian Partai untuk:
• Menjawab kepedulian dan kecintaan yang mendalam terhadap nasib negara dan bangsa;
• Menjamin kepastian masa depan bangsa Indonesia yang saat ini tidak jelas arahnya;
• Merekonstruksi model kepemimpinan masa depan yang lebih memahami hati nurani rakyat, serta memiliki sifat-sifat jujur, tegas, berani, dan berkemampuan;
• Mewujudkan semangat sebagaimana yang ditempuh para pendahulu kita, berhimpun bersama untuk menyelamatkan bangsa;
• Merespons persoalan bangsa yang terlalu kompleks dibutuhkan solusi strategis, yaitu berpolitik dengan hati nurani untuk memperjuangkan kebenaran;
• Membangun kekuatan politik yang tidak berorientasi pada kekuasaan semata, namun dengan spirit ke-Tuhanan guna kemaslahatan/kebaikan.

Tersirat bahwa model kepemimpinan masa depan yang dimaksud ada dalam sosok diri Wiranto. Seperti yang dikatakan oleh beberapa tokoh nasional yang menghadiri deklarasi Partai HANURA. Diantaranya Kwik Kian Gie mengatakan ” "Saya tahu persis sifat Pak Wiranto sebagai pemimpin yang tegas, berani ambil risiko. Pemimpin seperti itu yang memberi harapan kepada Indonesia yang sudah menjadi porak-poranda." Dan ditegaskan pula oleh WIRANTO dalam pidato deklarasi akan obsesinya untuk merekonstruksi model kepemimpinan yang tegas, lugas, dan berani ambil risiko (tokohindonesia.com).

SUMBER: AD/ART Partai Hanura;berbagai sumber
Foto: www.hanura.com
@coretansukarsa.blogspot

2 comments:

----- Jennifer ----- said...

your blog is very nice

Rudi H. Sukarsa said...

thank you, i am going to visit your blog